Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Apaan sih?

Pada akhir Juni kemarin Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan aturan baru terkait perpajakan. Banyak yang heboh dengan peraturan ini karena jangka waktu pelaksanaan dan jangka waktu penerbitan peraturan yang terbilang singkat hanya dalam hitungan hari sudah berlaku padahal sosialisasinya belum ada. Apa sih peraturan itu?

Yup.. Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Betul sebelas pasal itu telah mengubah banyak hal. Apa saja hal dasar yang diubah?

Ok mari kita kupas dari 5W + H yaitu (What, Why, Where, Who,  When dan How)

  1. Apa (What) sih PP 46/2013 itu. Merupakan peraturan pemerintah yang terkait penentuan atas pajak penghasilan bagi wajib pajak yang menerima atau memperoleh peredaran bruto tertentu. Berdasarkan peraturan ini, tarif pajak penghasilan yang dikenakan adalah sebesar 1% dan bersifat final sehingga tidak bisa dikreditkan baik dalam SPT Masa ataupun SPT Tahunan.
  2. Mengapa  (Why) peraturan ini dibuat ? Sebelum peraturan ini dibuat, diberitakan bahwa ini untuk meningkatkan penerimaan pajak dari sektor UMKM. Namun berdasarkan bagian awal dari PP ini dijelaskan tentang dasar pembuatan peraturan ini yaitu untuk memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu, perlu memberikan perlakuan tersendiri ketentuan mengenai penghitungan, penyetoran, dan pelaporan Pajak Penghasilan yang terutang.
  3. Dimana (Where) peraturan ini berlaku? Namanya Peraturan Pemerintah Indonesia, so jelas berlaku bagi seluruh wajib pajak yang berada di Indonesia.
  4. Kepada siapa (Who) peraturan itu berlaku ? Ini yang poin penting dari peraturan ini dimana aturan ini berlaku bagi seluruh wajib pajak baik badan dan atau orang pribadi dengan banyak catatan yaitu: Omsetnya TIDAK LEBIH dari Rp 4,8 Milyar, untuk WP OP hanya yang memperoleh penghasilan dari USAHA dan BUKAN JASA dari Pekerjaan bebas 
  5. Kapan (When) peraturan ini berlaku? Berlakunya peraturan ini adalah sejak tanggal 1 Juli  2013
  6. Bagaimana (How)  …. ???

Sebetulnya apa maksud dikeluarkan peraturan ini? Peraturan ini untuk memudahkan Wajib Pajak, gak perlu pusing pusing dengan tarif atau menghitung keuntungan. Wajib Pajak cukup menghitung omsetnya trus dikalikan 1%. Perlu kita ketahui bahwa Kesadaran masyarakat Indonesia akan pajak masih rendah.Selama ini untuk perlakuan pajak bagi pengusaha kecil yang omzet nya kurang dari 4,8 M/th diasumsikan belum mampu untuk membayar staf pembukuan maka untuk menghitung pajaknya diperbolehkan menggunakan Norma Perhitungan Penghasilan Netto dimana tarif pajaknya menggunakan norma berdasarkan kota wilayah usaha namun norma ini masih dianggap sulit oleh masyarakat dan akhirnya dipakailah deem tax dan PP 46 Tahun 2013.

Berikut kita bahas tentang Objek dan Subjek yang dikenakan

Objek Pajak dan Non Objek Pajak PP 46 Tahun 2013

Penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dengan peredaran bruto (omzet) yang tidak melebihi 4,8 Milyar dalam 1 Tahun Pajak. Peredaran bruto (omzet) merupakan jumlah peredaran bruto (omzet) semua gerai/counter/outlet atau sejenisnya baik pusat maupun cabangnya.Pajak yang terutang dan harus dibayar adalah 1% dari jumlah peredaran bruto (omzet).

Dan yang tidak dikenai atau disebut juga Non Objek Pajak PP 46 Tahun 2013 adalah penghasilan dari jasa sehubungan pekerjaan bebas misalnya dokter, advokat, akuntan, notaries, PPAT, arsitek, pemain musik, pembawa acara dan juga penghasilan dari usaha dagang dan jasa yang dikenai PPh final 4 ayat 2 misalnya sewa kamar kos, sewa rumah dan lain sebagainya yang diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Subjek Pajak dan Non Subjek Pajak PP 46 Tahun 2013

Yang merupakan Subjek Pajak PP 46 Tahun 2013 ini adalah Orang pribadi dan Badan Yang omzetnya tidak melebihi 4,8 Milyar dalam 1 Tahun Pajaktidak termasuk BUT .

Dan yang bukan subjek pajak adalah orang pribadi yang kegiatan usahanyaperdagangan yang bisa dibongkar pasang dan sarana yang digunakan sebagian untuk kepentingan umum. Misalnya pedagang keliling, pedagang asongan, warung tenda diarea kaki lima, dan sejenisnya dan untuk Badan yang belum beroperasi secara komersial atau secara komersial omzetnya lebih dari 4,8 M dalam 1 Tahun.

Angsuran Masa, Penyetoran dan Pelaporan

 Setoran bulanan merupakan PPh Pasal 4 ayat 2, bukan PPh Pasal 25 dan jika penghasilan semata-mata dikenai PPh Final, tidak wajib PPh Pasal 25. Penyetoran paling lama tanggal 15 bulan berikutnya, SSP berfungsi sekaligus sebagai SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2, jika SSP sudah validasi NTPN tidak perlu lapor SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2. Apabila dalam SSP tidak ada NTPN maka Wajib Pajak yang bersangkutan harus melaporkan SPT Masanya ke KPP terdaftar. Penghasilan yang dibayar berdasarkan PP 46 Tahun 2013 dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pada kelompok penghasilan yang dikenai Pajak Final atau bersifat final.

KODE AKUN PAJAK 411128 DAN KJS 420: (PER-24/PJ/2013)

Perlu diperhatikan bahwa dalam penyetorannya menggunakan Kode akun pajak 411128 dan kode jenis setoran 420. Ini penting diperhatikan karena apabila anda salah menulisnya bisa jadi anda perlu melakukan pemindahbukuan.

One thought on “Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Apaan sih?

  1. Today, I went to the beach front with my kids. I found a
    sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She placed
    the shell to her ear and screamed. There was a hermit
    crab inside and it pinched her ear. She never wants
    to go back! LoL I know this is totally off
    topic but I had to tell someone!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s