Perlakuan pajak Atas Trading Batubara

Dewasa ini harga minyak dunia kembali naik. yupz.. pastinya kita mengetahui bahwasannya ini diperngaruhi oleh adanya gejolak di Timur Tengah dan Mesir. Lantas apa hubungannya dengan pajak?
Tentu bagi orang-orang yang mempunya jiwa bisnis ini merupakan situasi yang menguntungkan karena berarti sedang tidak mudah mendapatkan gas elpiji dan sebagainya. alternatif yang ditawarkan tentu saja dalah penggunaan batubara.
bagaimana perlakuan pajak atau perusahaan yang bergerak di di bidang trading batubara, dimana mereka perlu melakukan sourcing batubara di daerah tertentu seperti kalimantan, sulawasi atau pula lain selain jawa tentunya. kalau dilihat dari bentuk usahanya pastinya dia merupakan sebuah badan Usaha dengan begitu akan dikenakan PPh Badan bukan PPh Orang Pribadi. Berapa persen kah PPh badan untuk usaha yang dijalankan ini? Apakah besaran nilainya berbeda sesuai dengan perputaran omzet bruto dalam 1 tahun?

Berdasarkan Pasal 17 Ayat (1) Huruf b , (2a) UU PPh No. 36/2008 menyebutkan bahwa:

(1)    Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 28% (dua puluh delapan persen).

(2a)    Tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b menjadi 25% (dua puluh lima persen) yang mulai berlaku sejak tahun pajak 2010.

Lebih lanjut, Pasal 31 E UU PPh No. 36/2008 menyebutkan:

(1)    Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% (lima puluh perrsen) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).

(2)    Besarnya bagian peredaran bruto sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dinaikkan dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Berdasarkan peraturan tersebut di atas, maka tarif PPh badan untuk Perusahan yang bergerak di bidang perdagangan batubara adalah sebesar 25% dari
Penghasilan Kena Pajak yang berlaku mulai tahun 2010. Namun apabila peredaran bruto dari Perusahaan tidak melebihi (<=) Rp 50.000.000.000,-  maka Perusahaan mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4.800.000.000,-.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s